TALKSHOW


Talk show adalah ungkapan bahasa Inggris yang berasal dari dua kata: show dan talk. Show artinya tontonan, pertunjukan atau pameran, sedangkan talk artinya omong-omong, ngobrol-ngobrol. Dengan begitu talk show berarti pertunjukan orang-orang yang sedang ngobrol.
Istilah Talkshow merupakan aksen dari bahasa inggris di Amerika. Di Inggris sendiri, istilah Talkshow ini biasa disebut Chat Show. Pengertian Talkshow adalah sebuah program televisi atau radio dimana seseorang ataupun group berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator. Kadangkala, Talkshow menghadirkan tamu berkelompok yang ingin mempelajari berbagai pengalaman hebat. Di lain hal juga, seorang tamu dihadirkan oleh moderator untuk berbagi pengalaman. Acara Talkshow ini biasanya diikuti dengan menerima telpon dari para pendengar/penonton yang berada di rumah, mobil, ataupun ditempat lain.
Sejak era reformasi, di Indonesia talk show merupakan acara yang populer di media televisi dan radio. Kadang-kadang juga off air, berupa seminar-seminar, saresehan, diskusi atau debat yang mengambil tempat di hotel atau di kafe dan tentu saja dengan menjual tiket yang tidak murah. Yang ditampilkan dalam talk show itu biasanya pembicara-pembicara yang dianggap sedang top dan membahas issue yang sedang hangat dibicarakan.
Kenapa masyarakat lebih senang menggunakan istilah Talkshow daripada Temu Wicara, atau Diskusi Interaktif, ataupun Rapat Bersama ?. mungkin istilah asli Indonesia masih belum mampu memberikan ‘rasa’ yang tepat untuk kegiatan diatas. Bila kita disodorin dengan kata Temu Wicara, maka otak kita akan menvisualisasikan sebuah kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat/orang penting dengan sekumpulan masyarakat ‘blo’on’ sebagai pendengar dan penanya. Bagaimana dengan istilah Diskusi Interaktif, pikiran kita akan melayang membayangkan 2 kubu yang ditengahi oleh seorang moderator, berdebat dan mempertahankan argumentasi masing-masing serta dibumbui dengan permainan urat saraf. Klo Rapat Bersama ? .. Ini identik dengan pemerintah dan partai politik. Nah lo . Sepertinya Talkshow akan masuk ke ranah pemahaman baru dalam ber Bahasa Indonesia.
Di luar negeri juga ada talk show. Salah satu di antaranya yang sangat popular adalah talkshow yang dibawakan Larry King di CNN. Acara itu mengupas berbagai isyu yang menarik dengan menghadirkan pakar-pakar yang sangat handal di bidangnya dan yang terpenting adalah dengan olahan dan pancingan-pancingan pertanyaan yang jitu oleh Larry King sendiri. Show itu menjadi begitu menarik karena sangat memenuhi kebutuhan intelektual para pemirsanya.
Apakah anda berniat membuat talkshow ? mudah saja. tinggal cari nara sumber, host yang mampu menjadi moderator, blocking multi-camera minimal 3 kamera, switcher, studio, lampu, audio dan skrip serta data yang kuat, maka jadilah produksi talkshow, Mudah?… benarkah?
Bisa jadi kalau ingin membuat apa adanya. Tapi untuk hasil yang optimal maka upayanya pun harus maksimal. Memproduksi Talkshow yang entertaining itu lebih sulit daripada membuat Kuis atau Game Show. Bahkan, lebih complicated dibandingkan memproduksi Video Klip. Mengapa? karena tidaklah mudah menghidupkan suasana yang monoton dalam durasi 24 hingga 48 menit. Nara sumber yang kaku, Host yang kelelahann melempar jokes bahkan set artistik yang monoton, membuat Talk SHow menjadi program yang membosankan. Untuk itu banyak cara menghidupkan talkshow mulai dari penambahan cut-away video, graphics data2x, artistik set yang menarik, musik hingga ke wardrobe yang fashionable. Tapi itu belum jaminan Talk Show akan berhasil. Salah satu kunci utama adalah pada Host/Pembawa Acara yang sesuai dengan tone dan warna Talk Show.
Tukul ditampilkan bergaya ala Farhan, pake jas pake dasi, tapi tetap ndeso. Lha, Farhan mencoba lebih kreatif dan fokus ke target pemirsa yang bukan penonton Tukul. Sementara Larry King, Opprah Winfrey, Barbara Walters dll tetap punya identitasnya sendiri dan menghidupkan suasana Talk Show karena bakat dan talent yang mereka asah setiap hari.
Satu tips yang bisa digunakan untuk Talk Show adalah Concentrate on Screen Direction. Banyak para Produser dan Sutradara yang tidak memperhatikan betapa pentingnya sebuah Screen Direction dari Host dan Guest Talk. Padahal, teknik ini sangat mudah untuk menambah kekayaan pada visual tanpa mempengaruhi content dari script. Lalu langkah2x untuk memadukan Screen Direction dengan arah pandang gambar dalam produksi multi kamera adalah :
1. Posisikan blocking kamera tanpa melewati Garis Imajiner.
2. Perhatikan arah pandang penonton dengan memotong sudut blocking 180 derajat.
3. Cut-Away = Expression Shot minimal 3 detik.
4. Selalu memperhatikan emosi lawan bicara pada saat berbincang.
5. Gunakan Creative Shot seperti Over Shoulder, Very Close Up dan Panning.
6. Tag to Monitor, bila ada footages atau video diputar untuk insert atau cut away, usahakan Host dan Guest mempunyai arah pandang yang sama pada layar monitor.

Screen Direction ini sebenarnya bukan hal yang baru. Tapi dalam kondisi-kondisi tertentu terutama untuk memproduksi Talk Show yang bisa membosankan, penggunaan Screen Direction yang tepat akan menghidupi Talk Show menjadi lebih enak ditonton.

Refference :

Hendra W Saputro, Sarlito Wirawan Sarwono, Screen Direction on Talk Show,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: